0

Pengalaman adalah Guru Terbaik

pengalamanSaya tak merasa bahwa saya memiliki pengalaman kerja yang luar biasa. Mungkin pengalaman bekerja saya biasa-biasa saja. Jauh dari gemerlap pengalaman orang lain.  Pernah menjadi jurnalis, wirausaha, pekerja IT, konsultan, dan yang terakhir ngurus perkebunan. Pengalaman ini menjadi saya merasa lengkap. Bidang-bidang pekerjaan ini membuat saya makin matang. Bertemu orang, negosiasi dengan orang, mencari data, memahami data, menyampaikan presentasi, menulis, membuat program, hingga memasarkan sesuatu, pernah saya lakukan. Ini pengalaman yang sangat berharga saya sebagai modal untuk menjadi anggota legislatif.

Pengalaman adalah guru terbaik. Dengan pengalaman ini, saya ingin menyumbangkan pengetahuan yang saya dapatkan untuk kemajuan Bangka Selatan. Selama di media, saya belajar mengamati sesuatu dan “mengawasi” sesuatu, yang saya tulis dalam bentuk laporan kepada masyarakat. Saya kira ini akan banyak manfaatnya bagi pekerjaan saya kelak.

Saya juga ingin sekali memanfaatkan networking saya, kalangan pengusaha di Jakarta, siapa tau bisa berguna bagi pembangunan di kampung halaman saya. Beberapa kali saya bercerita dengan mereka tentang potensi-potensi daerah saya, dan nanti mungkin harus saya intensifkan komunikasi-komunikasi dengan mereka, bagaimana mengundang investor agar dapat menanamkan modalnya dan memberikan lapangan pekerjaan di kampung saya.

Beberapa perusahaan besar, multinasional, dan bahkan perusahaan asing, memberikan kepercayaan kepada saya untuk menggarap sejumlah pekerjaan. Saya percaya ini menunjukkan reputasi saya masih dipandang oleh mereka. Pekerjaan saya dihargai secara layak oleh mereka. Sampai hari ini, masih ada salah satu perusahaan yang mau menawarkan saya bergabung, yang harus saya tolak, yang menunjukkan bahwa saya masih dipercayai. Trust is a must dalam bisnis sekarang ini.

Saya tak ingin bilang bahwa pengalaman saya cukup lengkap. Tapi saya hanya ingin bilang bahwa pengalaman pekerjaan selama ini telah menjadi guru yang paling baik untuk saya. Saya tak pernah merepotkan orang lain. Saya masih mampu menghidupi keluarga saya dari pendapatan saya selama ini. Dan saya ingin bilang bahwa uang memang sangat penting tapi bukan orientasi saya saat mencalonkan diri jadi anggota legislatif. Saya bukan orang yang kaya-kaya amat. Tapi alhamdulillah, Tuhan masih memberikan rejeki yang layak buat keluarga kami. Semoga Tuhan juga menuntun saya untuk mencari rejeki yang halal dan berkah.

 

 

 

Filed in: Tentang Saya

Bookmark and Promote!

Leave a Reply

Submit Comment
© 2014 Supriyadi (Bang Ali). All rights reserved. XHTML / CSS Valid.
Developed by Ayo Bangun.